widgets

Rabu, 15 Juni 2011

CERITA SEKS NAFSU MBAK AMBAR



kamis, 15 juni 2011
Nafsu Mbak Ambar
Perkenalanku dengan Mbak Ambar berawal dari seringnya aku melakukan kegiatan chatting di internet.

Singkat cerita, wanita tersebut ingin ketemu denganku di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Surabaya. Setelah beberapa saat aku duduk sambil meminum sofdrink yang aku pesan, seorang wanita sebaya berjalan menghampiri tempat dudukku.

“Dandy ya..?” sapa wanita tersebut.
“Iya, maaf anda siapa ya?” balasku bertanya.
“Namaku Ambar” kata wanita itu mengenal diri.
“Silahkan duduk Mbak” kataku mempersilahkan wanita tersebut duduk.

Setelah memesan minuman American float, kami berdua terhanyut dalam obrolan-obrolan yang terkadang membuat kami tertawa bersama. Umur 33 tahun tidak memperlihatkan tubuh Ambar mengendur sedikitpun. Tubuh Ambar memang tidak seberapa tinggi, perkiraan aku 165/50. Bibirnya yang sedikit sensual dan dipadu wajahnya yang manis, membuat wanita tersebut kelihatan lebih dewasa. Pinggulnya yang indah dengan style bagaikan gitar spanyol, membuat nafasku naik turun tidak beraturan. Tonjolan bongkahan daging kembar di dadanya yang menurut tebakanku berukuran 34, semakin memperlihatkan sempurnanya wanita tersbut.

“Dandy, kenapa kok bengong?” tanya Ambar.
“Ngg.. nggak kok Mbak, aku cuman terpana aja dengan Mbak” godaku
“Akh kamu bikin aku GR saja” katanya tersenyum.
“Oya Mbak kemarin kok bisa langsung PV nickname aku?” tanyaku.
“Iya ada seseorang yang kasih nickname kamu, kata temanku kamu orangnya asyik aja” jelas Ambar.
“Emang siapa sih Mbak nama teman nya?” tanyaku selidik.
“Sudah deh Dandy, maaf aku nggak bisa kasih namanya. Yang penting aku sudah ketemu kamu sekarang” kata Ambar menjelaskan.

Kami berdua cerita tentang kehidupan kita masing-masing, dan ternyata Ambar termasuk single parent. Itu karena beberapa tahun yang lalu, suaminya pergi entah kemana. Dengan wajah yang sedikit suram, Ambar menceritakan kisahnya sampai dia harus bercerai dengan suaminya.

Ada guratan kesedihan yang nampak jelas diwajahnya, aku seperti tersihir dengan ceritanya. Sehingga membuat aku sering menarik nafas panjang. Ambar menceritakan kalau di Surabaya ini tinggal dengan kakak perempuannya. Sebut saja kota pinggiran kota Surabaya tinggalnya.

Hampir 1 jam penuh kami ngobrol tanpa terasa, sampai akhirnya aku menawarkan untuk mengakhiri pertemuan tersebut.

“Ambar, sudah malam nih” kataku
“Iya” jawabnya lirih.
“Mas, aku dianter pulang ya?” pinta Ambar.
“Oke, tapi mobilku jelek lho” kataku merendah.
“Jelek-jelek kan beli sendiri, lagian aku butuh orangnya kok” goda Ambar.

‘DEG’ jantungku terasa berhenti seketika walaupun dengan secepat itu pula aku berusaha mengontrol keadaan diriku yang mulai ngeres. Aku berusaha menerjemahkan apa arti sebenernya perkataan Ambar tersebut. Betapa bahagianya diriku jika memang dia mau kencan denganku. Seiring obrolan yang sedikit membuat nafasku sesak, kami berdua suadah berada dalam mobil dan segera meluncur untuk mengantar Ambar. 45 menit kemudian, kami sudah berada di sebuah rumah yang tidak sebegitu besar tetapi view nya sangat mengagumkan.

“Dandy, mampir dulu ya?” ajak Ambar.
“Aduh maaf deh, sepertinya ini sudah malam” kataku.
“Sebentar aja, sekalian aku buatin kopi” pinta Ambar menggebu.

Tangannya yang lentik menarikku supaya turun dari mobil dan akhirnya aku memarkir mobilku di depan rumahnya. Ketika aku masuk ruang tamu, bau semerbak bunga sedap malam menyengat hidungku dan menambah suasana romantis.

“Dandy, silahkan diminum,” kata Ambar.
“Iy–iya..” jawabku gugup.

Entah berapa lama aku menikmati suasana sekeliling, karena tanpa terasa Ambar sudah membawa 2 buah cangkir yang berisi kopi dan teh. Aku langsung meminum kopi hangat yang sudah dihidangkan Ambar.

“Mmm, kok sepi memang kakak kamu dimana?” tanyaku.
“Nggak tahu tuh Dandy, mungkin lagi keluar” jawab Ambar.

Malam itu memang Ambar kelihatan sangat menggairahkan, karena Ambar sudah berganti pakaian dengan busana tidurnya dengan model u can see warna pink dari bahan satin dipadu dengan celana pendek dengan warna yang sama dan bahan yang sama dan model celana yang sangat longgar  membuat kakinya yang jenjang semakin nampak indah. Sesekali aku melirik pahanya yang putih mulus sehingga membuat ‘adik kecilku’ mulai berontak dari dalam sangkarnya.

“Dan, kenapa kok bengong?” tanya Ambar mengagetkan lamunanku.
“Tidak apa-apa kok” kataku.
“Dany, aku mau tanya sesuatu boleh nggak?” tanya Ambar.
“Silahkan Mbak” jawabku.
“Mmm, kata temanku kamu sering menulis pengalaman sex kamu di internet ya?” tanyanya.
“Iy–iya sih Mbak” jawabku dengan wajah memerah.
“Terus apa yang kamu ceritakan itu benar kisah nyata kamu?” tanyanya kembali.
“Iya Mbak, aku sengaja tuangkan di situs itu karena aku belum menemukan sosok yang pas buat aku ajak share tentang masalah sex,” jelasku.
“Apa istri kamu tahu?” tanya menyelidik.
“Ya pasti nggaklah Mbak” jawabku.
“Aku sudah baca semua karya tulis kamu dan aku tertarik dengan style kamu saat bercinta dengan wanita setengah baya. Sepertinya kamu perfect banget dalam urusan yang satu itu” puji Ambar.
“Akh, biasa aja kok Mbak.. ” jawabku datar.

Kami membicarakan hal-hal mengenai sex dengan jelas dan terbuka, sehingga tanpa terasa jam sudah menunjukkan pk.20.30 malam.

“Mbak sudah malam nih, aku mau pulang dulu ya?” pintaku.
“Iya deh dan tapi.. ” Ambar tidak meneruskan pembicaraanya.

Ambar langsung berdiri dan menghadap tepat di depan wajahku dan sesaat kemudian Ambar sudah berada diatas pangkuanku.

“Dandy, aku ingin bukti kehebatan kamu dalam bercinta” pintanya.
“Mbak nanti ada orang.. ” jawabku ragu

Tanpa bisa meneruskan rasa kekhawatiranku, bibir Ambar langsung menyumbat bibirku. Tangannya melingkar di leherku sehingga lumatan bibir Ambar seakan menyesakkan nafasku. Kami berdua saling melumat dan mengadu lidah, sehingga lambat tapi pasti birahiku mulai terusik untuk bangkit. Celana satin yang longgar itu yang tadinya rapi, sekarang sudah bergeser ke samping. Celana pendek berenda warna pink semakin menambah kesempurnaan pinggul Ambar. Ternyata didalam U can see Pink itu Ambar tidak memakai bra nampak jelas kedua putting susu itu menojol keluar dihadapanku.

Sesekali tubuhnya meliuk-liuk diatas pangkuanku, seakan-akan memberikan indikasi bahwa dia sudah mulai gatal.

Sesaat kemudian Ambar berdiri dan mengkangkangi wajahku, naluriku segera menggerakan wajahku untuk medekati selangkangannya. Bibirku yang sudah mulai nakal, menjilati lutut, paha dan sampailah di tengah selangkangan Ambar. Buset ternyata Ambar didalam celana pendeknya tidak memakai CD tampak belahan vaginanya yang  sudah mulai banjir dengan lendir yang membasahi permukaan celana satin itu tepat divaginanya.

“Ohhk.. Dandy.. teruss..” desah Ambar.

Dengan lihai, tanganku yang kiri mendorong pantat Ambar supaya lebih maju dan tangan kiriku menyibak Celana pendek itu dari bawah kesamping yang dikenakan Ambar. Lidahku dengan mudah mendarat pada lubang vaginanya yang tampak rimbun ditutupi oleh rambut-rambut kemaluan yang hitam pekat. Bagaikan menjilat es cream, aku semakin berani mengoyak vaginanya dengan lidahku.

“Aoowww.. Daannddyy.. nikmat sekali sayaangg” desah Ambar.
“Dannddy.. aku.. keeluuarr.. aaakhh” Ambar mendesah panjang dan bersamaan dengan rintihan tersebut, cairan hangat keluar dari lubang vaginanya. Dengan liarnya aku segera menjilati seluruh cairan birahi yang meleleh itu, dan aku segera berdiri dari tempat dudukku semula.

Hanya dengan mengeserkan kesamping celana pendek yang longgar itu dari bawah, aku membimbing tubuh Ambar untuk setengah menunduk. Tangannya menopang tubuhnya pada sandaran tempat duduk. Sedetik kemudian aku sudah mengeluarkan batang kontolku, hanya aku buka resletingku, kontolku sudah berdiri tegak keluar. Ambar hanya menunduk pasrah dengan apa yang akan aku lakukan. Tanganku segera  menggesek-gesekan kepala kontolku pada lubang vaginanya.

05.jpg
“Uggh.. Danddy.. gelii.. ” rintih Ambar.
“Sudah sayang.. masukkan.. aku nggak tahan.. please” pinta Ambar.

Setelah berkata demikian, Ammbar segera menekan pinggulnya sehingga batang kontolku mulai mengoyal bibir nonoknya.

“Aooaa.. beesaarr seekali Danddy..” kata Ambar.

Hanya sekali tekan saja, seluruh batang kemaluanku sudah terbenam dalam lubang nonoknya, kedua tanganku menahan pinggul Ambar agar mengikuti iramaku.

Aku sengaja tidak menggerakkan keluar masuk kontolku, akan tetapi aku menggoyang pinggulku. Gerakan berputar membuat Ambar menggerinjang hebat. Dengan santainya aku memainkan gejolak birahinya, sehingga beberapa saat kemudian tangan Ambar yang pertamnya menopang tubuhnya pada sandaran tempat duduk, sekarang berganti menekan pantatku untuk tidak melepaskan kontolku saat Ambar mencapai orgasme yang kedua.

“Dan.. teruuss.. jangann berhenti saayanng..” rintih Ambar.

Mendengar rintihan Ambar dan gelagat akan orgasmenya Ambar, aku segera menggoyang cepat pinggulku dan sesekali menekan dalam kontolku pada lubang kewanitaanya.

“Amppunn.. kkaamuu.. memang.. hheebbaatt..” rintih Ambar.

Beberapa saat kemudian.

“Danddyy.. aakuu nggak tahann.. oookkhh.. teruss.. sayang.. Danddyy..” Ambar merintih panjang saat aku merasakan cairan hangat membasahi batang kontolku dan jujur saja hal itu membuat birahiku mendekati pucaknya..

“Ccreekk.. Crekk.. Creekk.. ” suara batang kontolku keluar masuk pada lubang nonoknya yang sudah membanjir.

Tubuh Ambar tidak lagi menunduk, tubuh kamu berdiri berbelakangan. Tanganku menggapit perut Ambar dari belakang, pantat Ambar yang sexy menjorok kebelakang dan mendempet sepenuhnya dengan perutku. Tangan Ambar memainkan kedua belah payudaranya, posisi ini memudahkan aku untuk melakukan ‘tusukan-tusukan’ kontolku yang lebih mentok dalam lubang nonoknya.

“Mbaak.. aku.. mau.. keluar..” rintihku.
“Iyaa.. Danndydyy  keluariii aja didalam..ngak apa-apa” rintih Ambar.
“Mbaak.. goyang teruuuss nikmat sekaliii…..” kataku.
“Iyaa.. sayangg.. oookkhh” Ambar semakin panjang rintihannya.

Gerakan kami semakin cepat dan tanpa sadar kami melakukannya di ruang tamu rumah Ambar. Batang kontolku semakin senut-senut menahan semburan pejuku yang sudah berada di ujung kontolku.

“Gimana Daanddydy.. sudah mau.. kkeell.. uuuaarr aakhh” rintih Ambbar.
“Iyaa.. aaku mauuuuu Mbaakk.. ” rintihku panjang.
“Aakkhh.. ” kami berdua merintih panjang saat semburan pejuku dalam nonok Ambar.

“Crrutt.. Crut.. Crut.. Crutt.. ” entah berapa kali semburan pejuku muncrat dalam Vagina

Ambar. Dan disaat aku masih menikmati sisa-sisa kenikmatan persetubuhan tersebut, Ambar seketika merubah posisinya dan duduk. Wajahnya tepat di depan batang kontolku yang masih mengencang.

“Mmm.. ” bibirnya yang mungil segera melumat batang kontolku. Lidahnya menjilati sisa-sisa tetesan peju yang keluar dari ujung kontolku.

“AAkkh.. Mbaakk.. nikmat sekali.. ” rintihku.

Batang kontolku ditelan habis oleh mulut Ammbar yang sensual, hal itu membuat aku semakin terbang saja dan sedikit demi sedikit kontolku mulai melembek dan ‘tidur’ seperti semula.

“Ihh Dandy, punya kamu memang luar biasa. Apa yang selama ini hanya aku dengar dari teman-teman, sekarang aku sudah buktikan” puji Ambar.

Aku hanya menengadahkan wajahku ke atas langit-langit karena sambil memuji Ambar masih saja mengulum, mengocok dan menjilati kontolku. Dentangan jam dinding berbunyi sepuluh kali, aku segera membenahi pakaianku yang amburadul.

“Mbak sudah malam nih, aku mau balik dulu?” kataku.
“Muuacchh..” Ambar mengecup kontolku dan kembali memasukkan kontolku dalam CD, serta merapikan celanaku.

Ambar bangkit dari duduknya dan berhadapan dengan tubuhku, tangannya merangkul leherku.

“Dandy.. ma kasih ya kamu telah memberikan kepuasan untukku” kata Ambar.
“Sama-sama Mbak.. ” kataku lirih.
“Kapan-kapan bisa kan kita ulangi lagi?” tanya Ambar.
“Bisa Mbak, atur aja waktunya” jawabku pasti.

Bersamaan dengan itu bibir Ambar melumat bibirku, 5 menit lamanya Ambar melumat bibirku. Setelah kecupan romantis tersebut, aku segera beranjak menuju mobil starletku. Sambil kembali memandang Ambar yang berdiri di depan pintu melambaikan tangannya, aku segera menekan gas mobilku untuk meninggalkan rumah wanita tersebut.

Malam itu benar-benar membuat aku tidak bisa melupakan dengan apa yang aku alami, Ambar seorang wanita yang anggun ternyata bisa takluk di atas ranjang oleh keperkasaanku.

MALAM LEBIH NIKMAT SAMA TANTE.

Kami tinggal di rumah yang cukup, dan tidak terlalu besar hanya ada 3 kamar, aku sudah bekerja sebuah bank swasta, ya walau pun tak terlalu pintar tapi ngak norak bangetlah, hari demi hari seperti kami lalui seperti biasa, walaupun rumah Dinas baru ini cukup bersih dan nyaman, namanya juga rumah baru, pasti suasana hati sangat senang, aku cukup terasa capek jika berangkat dari rumah baru ya lumayan jauhlah, tapi udah resiko pekerjaan, kami di rumah ada 3 orang, ibu dan ayah tidur dikamar depan, aku di kamar tengah yang cukup besar, sementar ipah (pembatu baru) kamar belakang hanya cukup tempat tidur satu dan lemari baju saja, ya kecillah bangun langsung dapat pintu, kami tingal di rumah baru sebulan. Dan kami kedatang tami dari semarang, rupanya tante Dina dengan 1 anaknya yang masih berumur 1 thn 3 bulan, kedatang tante rupanya lagi mendapat masalahnya kalau laki di tuduh korupsi, jadi tante ketakutan, dan seperti biasa malam itu kami bercerita semalam suntuk, kalau tante ini adalah sepupu mama.
Din kamu tidur ama si ari yaa. Sebab si ari kamarnya cukup lumayan besar dan hanya kasur tak ada tempat tidur, ya itu kesukanya, iya deh mba, aku masuk kamar sebab udah jam 12:30 mlm besok harus bekerja, dan tante Dina masuk, tak lama, aku terkejut kalau si dodo, terbangun, oeek..ooee..oeee…, cuup..cuup.. kamar baru ya do, kenapa tante iya kalau kamar baru dia suka kaget, oh ya udah aku tidur dulu deh, rupanya jam 5 pagi kakek dari ayah meningal di jogja, jadi ibu dan ayah harus berangkat sebelum, dikebumikan, ayah dan ibu pergi ya ri jadi kalian di rumah ari kamu jaga Tantemu, ayah paling lama 7 hari, iya deh yah, aku pun berangkat bekerja, aku pulang sampai rumah sekitar jam 5an “ ri kok sore pulangnya” ,eh iya tante ada kerja lembur dikantor, oh gitu, ya udah ganti baju terus makan gih, dan tante duduk di sofa sambil nonton, aku makan di meja makan, sambil memandang lumanya juga tuh body, rupanya tante melirik aku, ehm jadi keseduk, eh kenapa ri.., ah ngak apa kok, minum gih sana, hari udah jam 6 badan terasa capek aku langsung masuk kamar dan kulihat sisi dodo, terbangun, tak lama aku berbaring sambil main dengan dodo, “ eh dodo kebangun ya”, eh iya tante aku tiduran dan tante mengeluarkan buah dadanya, mimi dulu ya do.., udah jangan liat2 nanti malah hamil anak orang lagi, “ walah tante ada2nya, udah aku lelah, rupanya tante berputar kini tante ditengah2 aku dibelakangi tante, walau pun dibelakangi aku bisa melihat belahan pahan dari daster satin nya tangungnya, tak lama abis dodo di tetein, berbaring dekat aku, dan aku udah selayang mau tertidur, ri.., iya apa tan.., kamu ngantuk ya, iya kenapa, ya udah tidur gih.

rupanya tante pun ketiduran dekat aku, mangkin lama aku merasakan kalau paha tante nempel dengan pantat ku, aku Cuma berpikir ah Cuma tante aja, aku lanjut tidur, udah 6:30 aku terbangun, tanpa kusadari rupanya tangan ku tertimpa di tengah paha tante, dan kurasakan panas yang berbeda, aku merasakan penar kulit paha, aku kudiamkan selama 15 samapai keram, gimana cara cabutnya ya, “ tante maaf “ eh iya kenapa ri.., tanggan ku, tante pun semangkin menekan, aku mencabut pelan, membalikan badan tidur lagi sebentar, dan tante pun memeluk dari belakang, tangan sekarang di pingang ku, ri badan kamu jadi guling aja ya, sebab guling dipakai si dodo, aku hanya terdiam, kini ku rasakan buah dada yang menmpel di punggung ku, ri.., ‘iya tante’, nanti malam kita ke supermarket ya beli popok sisi dodo, abis mangrib aja, naik motor ayah, bisakan, bisa tante, dalam hati ingin berontak tapi nikmat terus berjalan, ‘ ri.. balikkan badan ‘ kini aku tidur terlentang tante pun masih memeluk aku, sambil bertanya, kamu udah punya pacar blum, baru jadi 2 bulan ini, oh gitu ada trik buat cewe mau ngak, aku langsung mebalikan badan dan menghadapnya, kami berhadap “ ya mau lah, apa tuh” kamu tau kalau cewe itu paling seneng di kasih hadiah, “ itu juga tau ari” iya ri.. maksud tante kasih hadiah di waktu yang tak di tentukan, dan hadiah yang tak tertentu menurut dia, pasti dia akan bangga ama kamu, “ oh gitu ya, tan”, ya..iyah, tangan tante masi ada di perut aku, dan lengan tanggan rupan tertimpa tetenya yang empuk,tante ari mau Tanya “ apa tuh ri..” umur tante berapa sekarang, “ oh udah masuk 27 tapi seminggu lagi “ kenapa”. Ah ngak, walau pun baru punya anak satu tapi tetenya masih berat… hehee.. tangan ari ampe keram nihh, bukan malah diangkat eh malah di geser geser,”

Ari.. kamu tau ngak kalau laki sestres ngapai aja males ya, “wah ngak tau”, ngak tau gimana kau ri, ya ari kalau seters paling diem aja, enang kenapa, “ itu mas bimo “, kenapa? semenjak kenah fitnah malah steres, alah kalau om bimo ngak ada salah juga ama aja, yang penting percaya diri kata ayah gitu tante, “ eh bener juga kamu”, sambil meraba perut aku, udah gih mandi kamu udah bau badan kamu ri.., ala bau juga doyan heheh.., ri malam ya…, tante peluk kamu dulu sini, ehhmm, hari lewat jam 7:30, ipah.. ipah.., “ iya bu”, aku ama ari mau ke supermarket mau beli popok si dodo, aku titip dodo ya nih Cuma 1 jam aja kok, “iya bu”, makasi ya pah, kami berakat dan sesampai di aku tunggu di luar supermarket sambil baca majalah dan tente keluar membawa bungkusan, ri.., makan pangsit yuk, tante lagi pengen ya nih, “ ah boleh juga tuh”.

Kami pun sampai di rumah jam 9nan. Ipah.. “iya bu, sidodo saya tiduri di kamar den ari..” eh makasi ya, nih pangsit buat kamu, “ eh ala bu, makasi toh bu” jangan di buang tuh di makan enak tuh rasanya, “ eh den ari bisa saja” tante dan si ipah lagi cerita, sementara aku menyelesaikan tugas kantor di kamar ( tante masuk kamar ku), eh kerja lagi nih anak tante, iya besok ada rapat dikantor, ya udah lanjuti aja kerjaanya gih, tante pun keluar lagi, hari udah jam 10 lebih badan udah lelah juga nih, aku keluar untuk ambil minum, ri udah selesai tugas kantornya” udah tante’ ya nanti tugas kantornya dilanjuti lagi deh ama tante ( sambil tersenyum dalam hati ku ajari apa lagi neh ).
Aku kembali kekamar, ri udah ngantuk. Belum sih sambil ngelatin si dodo nih,”lucu”, tante ganti baju dulu ah,tante tak segan membuka celana jean depan aku wah gede bangat tu pantatnya, dan membuka kaosnya adu tuh tete mantap, dan tante mengenakan daster satin yang tadi siang dipakainya, udah yuk bobo, pas baru mau tidur si dodo terbangun, seperti biasa ri minta nenen tante mebuka bh nya dan kini dia tanpa bh, aku hanya bisa melihat tetet yang lagi di kencot sidodo, ri. Kamu kenapa.., “ah ngak” rupanya tante nenurunkan daster satu lagi, kalau mau sini, ngak apa coba aja, dan tante langsung menarik tanganku, coba pegang dulu nih, baru kali aku merasakan buah dada yang begitu kenyal dan padat, gimana masih oke kan punya tante.., i..iy..iyaa.., tanganku masih gemetar, dan si dodo pun tertidur lagi.
Tinggal aku ama tante, kamu mau bener, aku hanya tersenyum pengen, dan kini kepala ku nempel pada dadanya, aku mulai mengisap tetetnya, terus ri.., tak lama pun air susunya keluar, ah tante kok rasa agak gimana gituh…, eh kamu tuh namanya juga asi beda lah, oh gitu ya tan, tante menegenakan kembali pakaian dasternya, dan kami mulai berbaring, aku bersiap untuk tidur, ri…, iya tan.., ri..tante peluk kamu ya bobonya, iya terserah tante, aku membalikan badan menjadi terlentang, ri.. jangan kaget ya, tante langsung menidihkan badan ku, kini dia diatas badanku, tan.. kalau ari ngak masalah, tapi ipah gimana, ipah udah tante pesan kok, aman deh, bibir tante mulai mengerayang seluru leher ku dan tiba di bibir ku.
Aku semangkin terangsang, kami berciuman hingga basah dan saling berebut lidah.., tante membuka baju ku dan tinggal hanya celana, ante kembali melatakan bibirnya di bibir ku, aku semangkin tak kuasa, tangan berusaha meremas buah dadanya dari luar daster satin nya, ri…terus remas…(bisiknya depan bibirku)..ah…, tak kuasan aku pun meraih bibirnya kembali, tante berusaha membuka Dasternya tapi aku mencegahnya, kenapa ri…., aku senang melihat Tante pakai Daster itu apalagi bahanya dari satin yang lembut dan licin ari suka Te…, Tante tersenyum mendengarnya, dan aku membuka celana pendekku, Aku tinggal menggunakan CD, kini tante berusaha megeserkan duah dadanya di dadaku, tak lama vagina dan pantanya pun menggeser maju mundur yang membuat kemaluan ku mulai mengeras. Ri.. udah siap.., tante udah mulai nih, “ ari siap tante.., akhirnya tante membuka CDnya, dan pelan2 tante membuka CD ku sambil tersenyum “lumayan juga”, sambil memegan dan dan mengocok pelan tante bertanya, ri kamu udah pernah beginian blom, blom si tapi kalau nonton sering, tante mulai mencium kemalaun ku, dan lama mulai mengisiapnya, hampir sekitar 3 menit tante menikmatinya, aku pun mulai terasang, dan tante mencium badan ku hinga bibirku, tante pun terlentang kini aku yang meraba dari buah dadanya dan semangkin kebawah,”tante bulunya abis tante cukur ya” tapi aku mulai menjilat vaginanya hingah akhinya tante mulai terangsang.
Aa..aahh…aahaaa..ahh…aauu…huuu..truss..rii..enakk. .uhh..oouu..ahhhh, dan air dari vagina pun keluar dan seakan tante melepaskan kenikmatanya, uhh..rii..masukan anu mu ke lobang tante, aku mulai memasukan kontolku, aku mengoyang maju mundur.., kami semangkin keranjingan ahh.., uhh.. auu..rii..enaakk.. terus ri..masukan…ari tante ndak..tahan enak ri.., uhh..uhh.. tan.. ahh..tan..rasanya ada yang mau keluar dari anu ari, “rii..cabut”, tante langsung menjepit kontolku ditengah-tengah buah dadanya yang masih terhalang Daster satin nya Ahhhh…terasasangat licin dan lembut tersentuh Daster satin yang dikenakan Tante aku semakin bersemangat. Aahh..tannn..ahhh.crot ..crot air mani ku menembak 4X di sekitar belahan buah dadanya hingga membasahin Daster satin nya, ahhh…nikmat tante..enak tann.., gimana enak kan rii..,siapa dulu tante dian ( tante sambil membersikan air mani ku yang menembak di buah dadanya dengan tissu), udah bobo yuk ri.. udah jam 11:15 tuh besok kerja kan.

Kami langsung berbaring kelelahan dengan tante dan tante hanya mengenakan daster satin nya tanpa Cd, sementara aku hanya memakai sarung tanpa Cd, kami bercerita sebelum tidur, tan..Ari suka bila melihat tante memakai daster satin dan ari bila melihat wanita memakai satin ari menjadi terangsang, “oh pantesan saja tadi Tante mau buka dasternya kamu tahan” padahal tante  kalau bercinta sama om Bimo suami tante pasti telanjang, ya udah kalau gitu kita bobo yuk ri.., iya deh, tante menghadap aku memeluk dari belakang. Tak lama sekitar 10 mnt kami istirahat, rupanya kontolku yang nempel di pantat tante yang begitu besar bangun lagi, “tann..,maaf.. bangun”, iya tante terasa enak kok, tanggan tante menarik dasternya yang bawah turun dan sarung ku aku angkat, dan kontol aku dijepitnya diDaster satin nya tepat di dalam belah pantatnya hingga hampir Daster satin nya ikut masuk keselip menempel dibelahan pantatnya pas di permukaan vaginanya. Tante mulai mengoyangkan pantatnya maju mundur hingga kontol ku  terasa nikmat terjepit Daster satin nya yang sangat licin dan lembut hingga masuk dikedua belahan pantatnya sampai kevaginanya tanganku mulai meremas buah dadanya dari luar Daster satin sesekali aku tarik kedua putting susunya.
Terdengar suara rintihan kecil dari mulut tante “Enak ri….” Bukan enak lagi Te…tapi benar-benar sungguh nikmat sekali tak terasa kami forplay hingga 10 menit lamanya tak terasa cairan bening dari kontolku keluar membuat Daster satin itu basah oleh cairan bening kontolku, batang ku yang udah benar-benar berdiri tegak, aku langsung berdiri dan menyodok dari belakang, aahh..uuuhh..enakk rii…ooohh…oouuu… uuuhhh…teruss..masukin ahh…truss rii ahhh…rasanya.. enak aahh…
Aku langsung mengakat badan tante yang menungi lalu ku peluk dari belakang sambil meraba buah dadanya yang masih terhalang daster satin nya, dan mencium leherhnya tante, mukanya menghadap ke bibirku dan kami bercium sambil bermain, lalu tante bilang rii..enak banget ini malam, tante langsung mencabut batang ku merebahkan badan ku, kini tante bermain di atas tubuh sambil memainkan pantantya kadang bermain di ujung kemaluankan sambil di tunding pantantnya, aku melihat tante menari diatas tubuh ku, ahh..aaacchh…uuhhh…, tante enak…, iya rii..ouuuhh..uuhhh…rii.., tann ahhh…, ari mau keluar…iya ante juga…, kini tante meniduri badanku namun pantatnya masing tetap mengoyang ahhh…riii… oouuuu… aaahhh.., tannn..ari ngak tahan.., aaahhhh…ahhh… crot akhir menembak di dalam juga aahhh..tann.., aaoouu rii… ahh enak rii.., tante tergeletang tetap diatas badanku, makasi ya ari sayang.., kami berciuman dan tante mencabut batang ku dari vagiannya hingga sperma ku keluar membasahin tubuhku dari lubang vaginanya, walaupun tubuh tante masih diatas badan ku, batang ku yang masih basah menempel diselah pantanya yang masih di kangkangnya, kepala tante ada dekat dagu ku, riii…bobo ya..
Udah jam 12 lewat nih, aku lalu memakai sarung dan daster yang dipakai tante terlihat bekas cairan sperma aku melekat, aku tertidur pulas bagitu juga tante, kami bangum jam lima, ketika beker berbunyi. Seperti biasa aku mandi dan berangkat kerja, sebelum berangkat kerja ternyata tante lagi menyiapkan sarapan buatku didapur begitu sesampai didapur aku terpana melihat tubuh tanteku, daster satin yang dikenakan semalam ternyata pagi itu tante sudah melepaskanya dan berganti pakaian dengan menggenakan tank top satin berwarna pink dan bawahan celana pendek yang seksi dengan bahan dan warna yang sama seperti tank top yang dipakainya.

Ternyata didalam pakaian tank top dan celana pendeknya yang dikenakannya, tante tidak menggenakan Bra dan Cd karena aku dapat melihat tubuhnya tampak jelas pemandangan dibagian buah dadanya terlihat putting susunya menonjol dari pakaian tank topnya. Dengan perlahan aku mendekati tubuh tante dari belakang saat didapur dan memeluknya saat itu tante kaget melihat aku “ohh… kamu toh ri bikin tante kaget aja”.
“tante ari terangsang melihat tante berpakaian seperti ini” sambil kedua tangganku memeluk tubuhnya dari belakang dan bibirku mencium lehernya. “kamu suka ri….tapi jangan sekarang nanti dilihat si ipah….”, tenang saja te… biasanya kalau pagi ipah pergi kepasar jadi tante jangan khawatir soalnya Ari sudah ngak tahan te…pleace ya sayangku, kebetulan pagi itu aku masih menggenakan handuk karena baru selesai mandi dengan cepat aku buka handuku yang masih aku kenakan dengan sekali tarik handuk yang aku pakai jatuh kelantai dan batangku yang sudah dari tadi menegang sekarang bebas mencari mangsanya.
Aku arahkan batangku kebelahan pantatnya yang masih tertutup celana pendek satin itu ku selipin ditengah-tengan pantatnya hingga batangku terasa dijepitnya oleh bongkahan pantat tante yang sangat seksi dan celana satin yang sangat licin dan halus, kedua tanganku masih memainkan putting susunya yang semakin terasa menonjol dari luar tank topnya, ahh…nikmat sekali te…rasanya tubuh tanteku mulai merespon gerakan maju mundur penisku yang terjepit disela-sela pantatnya sekarang pantatnya mulai digoyangkan memutar aku semakin tidak karuan menikmatin permainan seks dengan tanteku aku benar-benar sudah terangsang, tubuhku mulai memeluk tubuhnya dari belakang semakin erat dan bibirku mulai menjilati kuping belakang tante.
“Ri…. Tante sudah ngak tahan masukan aja ri…” terdengar rintihan dari suara tante Dina “ ya te….ari juga sudah tidak sabar”, dengan cepat batangku lalu dipegang oleh tangan kanannya terus diarahkan masuk kedalam vaginanya dengan mengeser celana pendek itu dari samping bawah lalu sekali tekan batangku langsung amblas masuk kedalam vagina milik tante yang sudah basah ohh…ahhh…aku gerakan maju mundur batang ku keluar masuk dengan posisi tubuh tante ku yang menungging dari belakang sambil kedua tanganya memegang meja dapur. Rintihan suara tante mulai terdengar meraung  ahhh…ohhhh… terussss ri nikmat sekali ohhh….gerakan batang penisku mulai aku percepat kaluar masuk vaginanya hingga tak terasa aku hampir bermain 10 menit lamanya, “Te…ari sudah ngak tahan”, ohhh “Tante juga udah mau klimaks ri tahan dulu ya ri….”, selang beberapa menit tubuh tanteku mulai mengejang kenikmatan disusul batangku yang segera mengeluarkan air sperma dengan cepat batang kontolku aku cabut dari lubang vaginanya lalu aku gesekan dicelana satin nya pas dibelahan pantatnya dan terasa pantat tanteku mulai menekan batang kontolku ahhhh….crot….crot  spermaku keluar sangat banyak membasahi celana satin milik tanteku, aku memeluk tubuh tanteku sambil kedua tanganku masih meremas putting susunya sambil mengabiskan sisa-sisa kenikmatan.
Setelah puas aku bergegas kembali kekamar untuk segera berangkat kerja dan tanteku membersihkan bekas spermaku yang melekat dicelananya dengan tissue.
Semenjak itu kadang kulakukan ama tante selama papa dan mama tidak di rumah, kadang setiap malam, aku bebagai gaya hingga bermacam pelajar sex aku dapat. Kalau dapat libur sekolah aku sempat bermain ke rumah tante, untuk melepas hasrat kami.